Rabu, 18 Juli 2012
Dari Kakak
Juni, juli, sekarang bulan juli! Wah ini saatnya beraksi. Beraksi jadi apa? Jadi kelas 12 dong! Yayaya sekarang seorang Sheila menjadi siswa kelas 12, jadi kakak kelas. Ciyeee... udah gede (iyelah, masa iya kecil mulu?) dan kumulai hariku dengan kata - kata sakralnya seorang tokoh terkenal, AKU SIAP! (spongebob red.) hehe. Dan, sesampainya disekolah anak - anak sekelasku pada angkut - angkut barang. Jiah, pindah kelas ternyata. Hmm.. oke deh gapapa yg penting nyaman. Hehehe. Tapi ternyata.. BLAR! Kelasku.. lebih mungil dari dugaanku (tepatnya kita). Grrkk.. gara - gara kelas tetangga yg nggak mau pindah tu, sial! Yaudahlah, akhirnya kita bahu - membahu memberesi kelas itu. Bagiku hari itu hari bersih - bersih, gimana nggak, dari pagi ampe siang bersih bersiiiiiihhhh mulu. Mulai kelas sampe lab biologi.
Tak kusangka tak kuduga ada seseorang yg manggil aku waktu aku bersihin lab biologi. Kakak itu ternyata! AAAAAAAAKKKHHHH!! Pengen rasanya aku teriak kesenengan tapi jaga diri dong! Ini tempat umum. Dengan over sumringah kuhampiri dia. Ternyata dia cuma sekedar menyapa (hiah.. yg enakkan dikit kek). Kontan cuma kujawab dengan senyuman. AKH KECEWA! Yaudahlah..
Begitu malem tiba, ada sebuah surprise yg menghampiri. Pas enak - enaknya mau makan tiba - tiba ada yg ngetok pager rumah. Siapa ya? Begitu kubuka pintu, kulihat sosok seseorang yg jangkung yg benar - benar kuharapkan dan kurindukan. Iya, DIA KAKAK ITU!
"Kakak, ada apa? Kok tumben malem - malem begini dateng?"
"Dek, maaf karna aku malem - malem kesini. Maaf juga aku baru mau ngomong.." potongnya. Aku tau dia sengaja memberi jeda pada kata - katanya. Dengan sengaja kutatap matanya untuk nyari clue kata - kata berikutnya. Aku nggak tau ada apa, yg jelas perasaanku nggak enak. "...dek, aku mau pamit. Besok aku udah berangkat ke Bandung." DHUAAARRR!! IYA KAN?! BENER KAN? Aku bener - bener kaget dan sedih. Kenapa baru ngomong sekarang?
"Kak, kamu sengaja ngasih tau mepet - mepet jadwal keberangkatanmu ya?" tuduhku tanpa sungkan.
"Nggak dek. Aku juga baru dikabari beberapa hari yg lalu." (sama aja kan?!) Sumpah aku speechless, mataku mulai kabur, dan mataku mulai panas.
"Dek jangan nangis lagi ya, yg kuat semangat giat ya!" dia menghibur aku dengan senyumannya. Senyuman yg mungkin biasa aja tapi menurutku senyumnya manis sampe - sampe aku lupa untuk nangis lagi. Mungkin saat itu mukaku udah nggak keru - keruan gara - gara sedih. Aku cuma membalas senyumannya dengan anggukkan.
"Oya ini. Aku tau kamu ngincer catetanku, jadi ini kupinjemin." ya, sejak dulu aku ngincer catetan biologinya. Walaupun tulisannya jelek tapi urutannya rapi. Kujamah catetan itu dengan suka cita. Insya Allah kujaga baik - baik bukumu kak. Sebenernya, aku nggak pengen dia pulang, aku nggak mau dia ke Bandung, tapi harus kuikhlaskan dia karna dia harus menuntut ilmu. Untuk kuliah. Percakapan itu kuakhiri dengan kata terima kasih dan kata selamat jalan untuknya. Satu yg kuinget sampe sekarang dan itu yg membuatku selalu semangat untuk selalu berjalan kedepan.
"Dek, baik - baik ya. Tetep semangat ya, katanya mau jadi dokter. Jangan suka nangis mendadak lagi, dan jangan suka galau lagi. Aku pulang dulu BU DOKTER. Kita ketemu lagi waktu kita sudah sama - sama sukses. Assalamu'alaikum.." pamitnya lengkap sama senyumannya. "Wa'alaikumsalam. Ati - ati kakak. SUKSES MILIK KITA!" teriakku saat motornya mulai menjauh. Aku nggak mau ngelupain kamu kakak! Kamu temenku curhat, temenku menggila, dan temenku juga waktu aku sakit. Makasih atas segalanya :)
Kita berjuang bersama ya, nanti kita ketemu lagi seperti katamu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar