Selasa, 29 Mei 2012

A Little Thing Called "Feeling"

It may not seem that I care enough. I may not take the time to say. You can't leave me standing here alone. Until you hear what I have to say. I love you.. I love you.. Through the fires. In all of hell. It's something I can't stop. I love you.. -Saigon Kick: I love you- Uhh.. nggak percaya! Sumpah nggak percaya banget! Sejak kapan ya? Beneran deh... Semua rasa nggak percaya, syok, dan speechless campur jadi satu bak rujak. Manis, asin, sepet, asem, pait, pedas, sampe umami. Aku nggak percaya banget sama keadaanku yg sekarang. Emang sih.. selama ini rasanya biasa aja. Sepet - sepet asem, pedas dan rada pait dideketnya. Komentarnya yg pedas dan pahit tapi masuk akal. Asemnya dia waktu ngerjain orang (gue korbannya cuy), dll. Tapi disamping semua itu, ada sesuatu yg umami darinya. Aku inget, waktu itu aku masih kelas 1 SMA. Siang itu HPku bunyi tanda ada sms yg masuk. Ternyata dia sms aku karena mau pinjem bukuku yg kelas 1 SMA. Oh iya dia kakak kelasku (waktu itu dia kelas 2 SMA). Hmm.. pinjem buku? Okelah. Aku janji bukunya kubawain besok pagi dan kuantar kekelasnya. Ternyata dia nolak. Sore itu juga dia ke rumahku untuk ngambil bukuku. Apa?! Kenapa bisa tau rumahku ya? Besoknya kuungkapkan pertanyaan itu. Dan jawabannya, "Oh itu ya. Hahaha.. aku tau dari alamatmu dan nama ayahmu." aku cuma diam dan meng-o- ria. Dan sejak saat itu dia sering kerumahku. Yg balikin buku lah, yg pinjem lagi lah, yg balikin barang - barangku yg abis dipinjemnya lah, bla..bla..bla..TEEEETTT! Seminggu setelah kejadian itu, kita makin deket. Aku nganggep dia kayak kakak sendiri. Dia pun nganggep aku ini adiknya. Ada juga hal manis yg geje tapi oke. Siang - siang pas liburan dan pas nggak kemana - mana dia ngajakin aku siaran bareng. HAH?! Siaran bareng? Ehm.. ya.. okelah, toh dia berbakat cuap - cuap. Tadinya dia nyuruh aku ke studio dulu, tapi ternyata dia jemput aku kerumah. Oo..o'o.. aku kaget waktu aku keluar rumah berniat berangkat siaran. Well, kakak itu udah duduk manis di atas motornya sembari melemparkan senyum manisnya. Hm.. masih juga belum ada rasa. Ya sudah.. hal itu berlanjut sampe aku kelas 2 SMA. Di kelas 2, aku mulai lebih deket sama dia. Dia sering main ke studio. Nemenin aku siaran, nimbrung, numpang tidur di studio, dan.. numpang download (sepaket sama internet gratis bernuansakan twitter :P). Pernah waktu itu hujan deras. Aku, teman - teman Ganeca Radio dan dia terjebak di studio. Kebetulan disana cuma ada 4 orang. But.. kami KELAPARAN. Untung aja aku udah beli makanan (walau cuma mi instan). 2 anak disampingku dan dia tampak tergiur dengan makananku (hehehe... jadi setan deh :P). 2 temanku itu sudah makan sedangkan kakak itu belum. Dengan nekat kakak itu menawarkan diri untuk sepiring berdua denganku. WHAT?! NGGAK MAU! Tapi.. ngeliat mukanya yg melas sih.. ah.. jadi kasian. Okelah.. jadilah kami makan sepiring berdua (asli romantis bo' :P ujan - ujan sepiring berdua *walaupun jujur AKU NGGAK MAU SEPERTI ITU! Gara - gara kasian aja gue luluh lantang). Pernah juga suatu hari pas aku makan semeja sama dia di kantin, dia pernah bilang secara spontan ngomentari wujudku saat itu. "Adek, you look so wonderful. Tambah SIP!" JLEB! Aku cuma senyum dan ketawa. Spontan pula aku pindah duduk didepan dia (bodoh! apa yg kulakukan?!). Jadilah kami makan bersama :) Jadi.. untuk kesimpulan hari ini.. keadaanku seperi penggalan lagu diatas :) #akhirnya! eh ya cerita dilanjut besok ya. see ya' :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar