
Halooo... balikan lagi di 107,9 MHz Ganeca Radio still with me sheila and xxx...
Yeah this is opening-nya. Sesuai janjiku, aku bakal cerita lagi tentang kehidupanku di Ganeca Radio. Masih inget postingan part 1? Yaa ini terusannya. Penggalan kalimat pembuka diatas adalah kalimat pembuka radioku waktu aku sama xxx siaran. Xxx? Yap, dia adalah kakak kelasku. Kok bisa kenal sih? Iyalah. Begini waktu aku pertama kali kumpul2 broadcaster, xxx nggak ikut. Katanya sih masih butuh istirahat yg cukup untuk penyembuhannya. Well it's ok.
Beberapa waktu kemudian ulangan kenaikan kelas dilaksanakan. Dalam keadaan penat luar biasa, rasanya ada sepasang mata yg menyorotku entah dari mana arahnya. Akhir ujian kenaikan kelas, ketika semua orang bersiap-siap untuk pulang, kak Merdy nyamperin aku buat ngambil kunci. Tiba2, rasa akan pandangan itu terasa lagi. Apa? Kenapa? Aku sama sekali nggak tau. Malamnya, untuk menghilangkan penat setengah sakaw, kubuka FB untuk confirm dan ignore permintaan teman. Betapa herannya aku ada sebuah message kecantol di notificationku. Kubaca dari siapa itu, ternyata.. itu dari hidrogen fluorida. Dia nanyain apa aku masih aktif siaran atau nggak. Hah? Akhirnya kubalas dengan sebuah pertanyaan yg menyatakan apa dia salah satu broadcaster di Ganrad. Dan ternyata iya. Dia ternyata orang yg vakum lama itu. Intensitas message FB yg tergolong lumayan sering menyalurkan kita untuk pindah message ke HP. Pertama, cuma say hello. Kedua, nanyain siaran. Ketiga, nanyain kabar Ganeca Radio. Selanjutnya nanyain kabarku. Eh? Tunggu dulu, kita kan seing komunikasi kenapa bingung sama kabarku? What ever lah.
Sebulan kemudian PSB. Banyak siswa baru yg mau ikutan seleksi radio. Well, kita pun sibuk ngurusin segitu banyak adik kelas yg mau ikut. Semua turun tangan, kecuali xxx. Dia bilang dia persiapan lomba. Hmm... emang sih aku tau ada lomba sebuah cabang olahraga di luar kota. Kumaklumi sajalah. Minggu2 berikutnya tersaringlah broadcaster2 baru yg nantinya menggantikan broadcaster kelas 12(3 SMA). Sabtu sepulang sekolah, ketika semua senior PULANG dan saya SENDIRIAN ngurus jadwal baru sama broadcaster baru, xxx me-message saya yg isinya menanyakan gimana penyusunan jadwal. Kubalas dengan isyarat ruwet. Dia nanya aku dimana, dan kujawab di aula. Setengah berharap xxx bakal kesini buat bantuin nyusun jadwal, tapi ternyata dia nggak mau gara2 malu. He? Ngapain malu? Kan pake baju. Hehehe.. Karena semakin ruwet, dia kupaksa untuk kesini buat nolongin nyusun jadwal yg asli ruwet bagaikan jalannya semut gula di lautan gula! Well, dengan segala bujuk rayu yg setengah maksa nan ngancem, dia nongol juga. Weizz... ini pertemuan pertamaku sama xxx! Agak deg2an juga karena belum pernah say hello secara frontal, melainkan via message. Kuberanikan diri untuk minta tolong sama dia. Eh, dia nggak nolak lho! Ahai, untung deh jadwal segera kelar berkat dia. Thanks kak xxx :D Sepulang sekolah, setelah selesai nyusun jadwal dia ngajakin siaran bareng. Dia bilang, dia kangen siaran. Okelah senior tersenior, kita siaran! Dan.. disinilah kita pertama ketemu dan siaran perdana dengannya. Sempet canggung karna baru aja ngomong dan say hello via tatap muka. Aku menyarankan diri untuk pulang sebelumnya, tapi dia mencegah duluan. Dia bingung, nanti kalo aku pulang duluan, kuncinya siapa yg bawa? Akhirnya, kuturuti maunya untuk tidak pulang dulu. Dia nggak mungkin bawa kuncinya kan rumahnya jauh. Wih.. jauh ya rumahnya? Kok masih nyempetin siaran ya? Yah.. mungkin itulah jiwa2 seorang broadcaster. Aaa... aku suka gaya broadcastnya! Hahaha...
Eh, ceritanya dilanjut besok lagi ya. Aku capek nih.. babai! :D
